KONAWE UTARA, BERITASULTRA.ID – Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, mewakili Bupati H. Ikbar secara resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026.
Upacara pembukaan TMMD berlangsung di Lapangan Ladasi, Kelurahan Andowia, Kecamatan Andowia, Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, Rabu, 32 April 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri Komandan Korem (Danrem) 143/Halu Oleo Kendari, Brigjen TNI Wahyu, Dandim 1430/Konut Letkol Kav Kuswara, jajaran Forkopimda Konut, pimpinan OPD, personel Polri dan ratusan pelajar serta masyarakat setempat.
TMMD ke-128 mengusung tema “Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”. Kegiatan ini dijadwalkan selama satu bulan penuh, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026. Lokasi TMMD dipusatkan di Desa Amolame, Kecamatan Andowia.
“TMMD merupakan wujud nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pelosok,” tegas Wakil Bupati Abuhaera dalam sambutannya.
Melalui TMMD ini, kata dia, satukan langkah untuk membangun negeri mulai dari desa. Menurutnya, ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga penguatan semangat gotong royong dan nasionalisme.
Pemda Konut mendukung penuh kegiatan ini dengan menggelontorkan dana kurang lebih 1 miliar untuk mendukung program TMMD termasuk kegiatan fisik dan non fisik mulai dari pembangunan infrastruktur, sumur bor, rehabilitasi rumah dan pembangunan MCK. Selain itu, pengobatan gratis, sunatan massal dan pasar murah.
“Kami berharap semoga kegiatan TMMD berjalan lancar, sukses dan mendapat dukungan dari masyarakat, pemerintah Desa dan kecamatan,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Dandim 1430/Konut, Letkol Kav Kuswara selaku Dansatgas merincikan sejumlah target dalam program TMMD. Sasaran fisik utama adalah pembukaan jalan di Desa Amolame sepanjang 1.700 meter dengan lebar 15 meter.
Sasaran tambahan berupa rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan 5 unit MCK, dan pembuatan 5 unit sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Tak hanya infrastruktur, TMMD juga menyasar penguatan sumber daya manusia melalui berbagai penyuluhan non-fisik, meliputi penyuluhan stunting dan KB, penyuluhan kamtibmas dan bahaya narkoba.
Selain itu, wawasan kebangsaan dan bela negara, ketahanan pangan (Hanpangan),
penyuluhan werving (rekrutmen TNI).
sosialisasi program strategis nasional. Kegiatan
TMMD melibatkan personel gabungan
guna menyukseskan program ini.
Sebanyak 150 personel dikerahkan yang terdiri dari 35 orang staf Satgas dan 115 personel Satuan Setingkat Kompi (SSK) gabungan dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri. Usai upacara pembukaan TMMD dirangkaikan dengan aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat, diantaranya sunatan massal, pasar murah, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Tampak terlihat warga antusias memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan layanan kesehatan dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. (Onno)
















































