Masyarakat Desa Baruta Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah bersama pemerintah desa menggelar tradisi adat Foma-foma’a pada Selasa (31/3/2026) di Gedung Sanggar Seni dan Budaya Desa Baruta. Kegiatan tahunan pasca Hari Raya Idulfitri ini bertujuan mempererat silaturahmi antara warga lokal dan para perantau.
kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten I Sekretaris Daerah Buton Tengah Ahmad Sabir, SH, Kepala Dinas Perhubungan La Ota, S.Pd, Wakil Komandan Batalyon TP 870 Sangia Wambulu, Kapolsek Sangia Wambulu, sejumlah kepala desa dan lurah, tokoh agama, adat, masyarakat; pemuda, serta warga desa yang kembali dari berbagai daerah.
Kepala Desa Baruta Muhammad Ridwan Ota Putra S.Pd, menjelaskan bahwa Foma-foma’a merupakan tradisi makan bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki, yang dirangkaikan dengan halal bi halal dan silaturahmi. “Tradisi ini bukan hanya seremoni adat, tetapi juga momentum memperkuat persaudaraan dan kebersamaan antara mereka yang tinggal di kampung halaman maupun yang merantau,” ucapnya.
Ia mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang membuat kegiatan berjalan lancar. Selain sebagai ajang silaturahmi, tradisi ini juga berperan sebagai sarana pelestarian nilai-nilai budaya lokal seperti kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur.
Pemerintah desa berharap tradisi Foma-foma’a terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah yang memperkuat jati diri masyarakat Buton Tengah. Red
















































