BUTON UTARA, BERITASULTRA.ID – Proses pencarian seorang pria bernama Kardin (37) asal Desa Banu-banua Jaya, Kecamatan Kulisusu, Buton Utara, yang hilang sejak Sabtu 21 Maret 2026 di Perairan Ereke masih berlanjut hingga hari ini.
Lima hari pencarian, tim SAR gabungan belum menemui titik terang dan belum menunjukan tanda-tanda keberadaan korban. Tim gabungan memperluas area pencarian guna mencari keberadaan korban dengan membagi dua tim.
“Operasi SAR hari ini, tim gabungan kembali melanjutkan pencarian dengan membagi 2 tim untuk memperluas area pencarian,” ucap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Amiruddin dalam keterangan resmi yang diterima media ini, Selasa, 24 Maret 2026.
Masih kata dia, tim pertama menggunakan rigid inflatable boat (RIB) dan longboat menyisir seluas 3,75 NM². Sementara Tim dua menggunakan longboat dan rubberboat menyisir sebelah timur Pulau Pombelaa mulai dari sisi selatan Pulau Loilaya hingga pintu masuk Desa Tanah Merah dengan luas area pencarian 0,89 NM² pesisir pantai.
“Unsur yang terlibat dalam pencarian adalah Basarnas, Polair Buton Utara, Syahbandar Kelautan dan Perikanan, BPBD Buton Utara, nelayan sekitar dan keluarga korban,” ujarnya.
Kronologi Hilangnya Korban
Awalnya, Sabtu 21 Maret 2026 dini hari, korban berangkat dari Desa Banu-banua Jaya menggunakan longboat dengan tujuan Desa Tanah Merah. Menurut keterangan istri korban, dalam perjalanan menuju tanah merah, suaminya sempat berteduh dan istrahat di salah satu pondok di Teluk Kulisusu karena cuaca buruk, hujan deras dan angin kencang,
Saat itu, longboat korban hanyut karena tali tambatan terlepas. Korban sempat berenang mengejar longbakemudian menepi ke pohon bakau. Tak lama kemudian, ada longboat yang lewat korban meminta pertolongan untuk menumpang dan ikut bersama katinting menuju Tanah Merah.
Sebelum matahari terbenam, Laroni sepupu dari korban menelpon saudara Karianto untuk menyampaikan bahwa korban berada dirumahnya di Desa Tanah Merah. Artinya, korban telah tiba ditujuan.
Kemudian, sekira pukul 18.30 Wita, istri korban menerima telpon dari Laroni bahwa dalam perjalanan dari Tanah Merah menuju kembali ke Desa Banu-banua Jaya tepatnya di titik koordinat 4°49.298’S-123°7.682’E korban melompat dari longboat.
















































