KOLUT.BERITASULTRA.ID – Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) terus melakukan upaya peningkatan komoditas kakao dan kini mulai di bentuk Desa Kakao Mandiri tepatnya di Desa Awo, Kecamatan Kodeoha sebagai proyek percontohan (pilot project).
Upaya ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kelembagaan petani di tingkat Desa agar masyarakat mampu lebih mandiri mengelola potensi kakao secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolaka Utara, Kamal Mustafa menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan wujud dan dukungan penuh terhadap visi Bupati Kolut yang menekankan pembangunan berbasis potensi lokal.
“Tujuan kami meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengembangan kakao dan Desa Awo yang menjadi titik utama yang akan di jadikan percontohan karna memiliki sumber daya yang cukup besar “jelas Kamal, saat di konfirmasi langsung di kantornya, Kamis 6/2025.
Lebih lanjut, Kamal juga mengatakan bahwa hasil observasi atau peninjauan sementara, Desa Awo memiliki sekitar 200 hektare lahan kakao yang merupakan sebagai sumber utama penghidupan masyarakat, olehnya itu akan di kembangkan lebih terarah.
“Kami sudah melakukan kordinasi dengan kepala desa dan aparatnya serta penyuluh pertanian untuk segera membentuk struktur organisasi kelembagaan, setelah terbentuk kami akan lakukan launching perdana gerakan Desa Mandiri Kakao” Katanya.
Saat ini langkah dan upaya yang terus di lalukan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan tidak hanya berfokus pada sektor budidaya namun juga berupaya menerapkan teknologi pertanian modern, pemangkasan dan pemupukan yang tepat, peningkatan produktivitas agar nilai jual meningkat
Kamal Mustafa menegaskan bahwa program kakao mandiri ini tidak hanya melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat, tetapi program tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor yang di dalamnya melibatkan berbagai stockholder diantaranya PT Mars, KTNA, Cacao Doctor, Penyuluh pertanian, Camat dan Bhabimkatibmas sehingga ini menjadi kekuatan besar dalam membangun kemandirian desa berbasis kakao.
“Semoga program ini menjadi contoh dan mendorong semangat petani untuk membangkitkan kejayaan kakao Kolaka Utara agar hasil kakao bisa menembus pasar nasional “tegasnya.
Kamal Mustafa menambahkan program Desa Kakao Mandiri ini akan di laksanakan secara bertahap di tahun 2026, semoga program ini mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat.
“Kami mohon doa dan dukungan agar cita-cita menjadikan Kolaka Utara sebagai daerah penghasil kakao unggulan dapat terwujud.
















































