LABUNGKARI BERITASULTRA.ID– Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, STP, M.Si menegaskan pentingnya peran wali asuh dalam mendukung dan memastikan keberlangsungan program Sekolah Rakyat. Program ini merupakan salah satu kebijakan pendidikan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial RI.
Hal tersebut disampaikan Bupati Azhari saat memimpin langsung proses wawancara seleksi calon wali asuh Sekolah Rakyat di Aula Pancana lantai V Kantor Bupati Buton Tengah, Senin (22/9/2025).
“Seleksi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya memastikan bahwa calon wali asuh memiliki komitmen, dedikasi, serta kepedulian terhadap pendidikan anak-anak kita. Wawancara dilakukan langsung untuk mengetahui kelayakan setiap calon,” tegas Bupati Azhari.
Ia menekankan, wali asuh yang terpilih harus benar-benar optimal dalam menjalankan tanggung jawab, mengingat saat ini terdapat 150 siswa yang membutuhkan pendampingan, masing-masing 50 siswa SD, 50 siswa SMP, dan 50 siswa SMA. Untuk mendukung itu, Pemkab Buton Tengah menyiapkan 15 wali asuh dengan skema pendampingan 1 wali untuk 10 siswa, serta 6 wali asrama yang bertugas menjaga dan membimbing siswa di lingkungan asrama.
Para wali asuh dan wali asrama berasal dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), maupun tenaga paruh waktu. Mereka tetap menerima gaji pokok dari pemerintah daerah, sementara tunjangan kinerja (tukin) sebesar Rp3,7 juta per bulan akan diberikan oleh Kementerian Sosial RI. Sebagian besar wali asrama akan tinggal di dalam asrama guna memastikan pengawasan penuh terhadap para siswa.
Bupati Azhari menambahkan, bagi peserta yang belum lolos seleksi tahun ini masih berpeluang untuk dipanggil kembali pada tahun mendatang, seiring dengan rampungnya pembangunan gedung baru Sekolah Rakyat di Desa Balobone. Dengan hadirnya fasilitas baru tersebut, jumlah peserta didik diproyeksikan meningkat menjadi 100 hingga 200 siswa pada 2026.
Sebagai bagian dari tahap persiapan, Pemkab Buton Tengah telah menjadwalkan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh peserta didik pada 22 September. Siswa direncanakan mulai masuk asrama pada 26 September 2025.
“Harapan saya, Sekolah Rakyat ini benar-benar berjalan optimal sehingga dapat menjadi model pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Buton Tengah,” ujar Bupati Azhari.
Kegiatan seleksi tersebut turut dihadiri Kepala Sekolah Rakyat Buton Tengah, La Saruji, S.Pd, bersama para peserta seleksi dari unsur ASN, P3K, dan tenaga paruh waktu. Red
















































