KENDARI, BERITASULTRA.ID – Alumni Universitas Halu Oleo (UHO) mengimbau agar menghentikan tuduhan yang tidak berdasar terhadap Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si M.Si M.Sc.
Hal ini menanggapi sejumlah opini yang mengarah pada dugaan intervensi oleh pimpinan kampus mulai bermunculan di ruang publik.
Menanggapi hal ini, alumni UHO, Ali Said mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas dan tidak melontarkan tuduhan tanpa dasar yang dapat mencederai marwah institusi. Kata dia, UHO adalah lembaga akademik, bukan arena tarik-menarik kepentingan.
“Mari kita jaga bersama suasana yang kondusif demi keberlangsungan proses transisi yang sehat,” ujar Ali Said, Selasa, 14 Mei 2025.
Saat ini UHO tengah menjalani tahapan pemilihan rektor periode 2025–2029. Proses ini menjadi momentum penting bagi kampus untuk melanjutkan pembangunan kelembagaan secara berkelanjutan.
“Kami prihatin atas narasi negatif yang mulai berkembang saat ini,” ujar mantan Ketua DPM FMIPA UHO periode 2019–2020 itu.
“Rektor UHO telah menunjukkan komitmen dalam memajukan kampus, baik dari segi tata kelola maupun pencapaian akademik,” tambahnya.
Selama kepemimpinan Prof. Zamrun, lanjut dia, UHO banyak kemajuan, mulai dari peningkatan peringkat nasional hingga penguatan SDM dan riset. Tentu hal ini patut diapresiasi. Olehnya itu, ia berharap dinamika menjelang pemilihan rektor baru tidak menimbulkan polarisasi yang merugikan.
“Kalau ada hal yang dianggap kurang tepat, mari disampaikan melalui mekanisme resmi, bukan dengan menyebar opini yang justru menambah kegaduhan,”ungkapnya.
Ali juga menekankan pentingnya menjaga demokrasi kampus dengan menjunjung etika dan nilai-nilai keilmuan, sebab, kampus adalah ruang dialog dan pertumbuhan intelektual harus semua bertanggung jawab dan menjaga integritasnya.
Reporter: Tyenk
















































